Written by Administrator
Wednesday, 16 September 2009 14:16
|
Munir Institute adalah jaringan lembaga akademik yang mendorong penegakkan HAM dan demokrasi melalui monumen pemikiran dan gagasan (monument of thought) dari aktivis kemanusiaan, Munir. Hingga saat ini dan untuk sementara waktu Institute Munir dikelola oleh Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM). Yakni, koalisi public yang berkomitmen mendorong penuntasan kasus Munir.
Kegiatan utama Institute Munir Adalah Munir Memorial Lecture, yakni kelas perkuliahan alternative berbentuk ceramah umum (Public Lecture) sebagai bentuk pengayaan pengetahuan dan sumbangsih pemikiran pemajuan HAM dan penghentian kekerasan. Kegiatan ini berlangsung setiap tahun bdan diselenggarakan sekaligus memperingati tangal tewasnya Munir, 7 September 2004.
Pada tahun pertamanya, 2007, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta dan Utrecht Univercity merintis kelahiran Institut Munir dengan menyelenggarakan Munir Memorial Lecture. Tema yang diangkat adalah “Teologi Kemanusiaan Menuju Keadilan Universal”. Dalam acara tersebut Institut Munir menghadirkan Prof. Dr. Komarudin Hidayat, MA (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Prof. Soetandyo Wignjosoebroto (Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Surabaya), Lilian Goncalves (International Excutive Commite Amnesty International) dan Asmara Nababan (mantan Sekertaris Jenderal Komisi Nasional Hak Asasi Manusia).
Pada tahun keduanya, 2008, Departemen Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia menyusul memastikan untuk turut mengembangkan Institut Munir dengan menyelenggarakan kegiatan Munir Memorial lecture pada 5 September 2008. tema yang diangkat adalah “Membangun Peradaban dengan Politik Hak Asasi Manusia”. Kali ini Institut Munir menghadirkan Dr. Karlina Supelli (Staf Pengajar STF Driyakara) dan Prof. Dr. Toety Heraty N. Rooseno ( Guru besar Filsafat Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Budaya dan Universitas Indonesia.
|
|
Last Updated on Wednesday, 16 September 2009 14:20 |