Written by Suciwati
Saturday, 12 September 2009 13:36
|
Hadirin yang terhormat. Kekerasan adalah bahasa paling vulgar yang menentang kemanusiaan dan menjadi simbol dari keterbelakangan peradaban. Kehadirannya tidak hanya merusak namun juga mengancam keberlangsungan kehidupan manusia itu sendiri.
Dalam kehidupan nyata kita, kekerasan selalu terjadi, menghantui setiap kebebasan yang kita miliki, merampas akal sehat dan mengkerdilkan keberanian. Dia selalu hadir dalam rupa menakutkan dan yang pasti selalu disokong oleh kekuasaan. Lebih celaka lagi kekerasan telah menjadi budaya dalam tradisi kekuasaan kita. Setiap berkuasa, siapapun dia, melahirkan kekerasan.
|
|
Read more...
|
|
Written by Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA
Thursday, 06 September 2007 07:00
|
Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA Rektor UIN Syarif Hidayatullah
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Saudara-saudara sekalian. Pertama-tama, saya sampaikan selamat datang dan terima kasih kepada teman-teman saya: Pak (Asmara) Nababan, Soetandyo (Wignjosoebroto) dan Usman (Hamid) dan Habib (Khirzin), dan saudara-saudara sekalian.
Sebagai rektor saya merasa terhormat sekali bahwa acara Munir Memorial Lecture ini pertama kalinya digelar di kampus ini dan saya juga sangat terkesan dengan judul tema yang dikemukakan, yaitu: “Teologi Kemanusiaan Menuju Keadilan Universal”.
|
|
Last Updated on Saturday, 12 September 2009 13:57 |
|
Read more...
|
Written by Prof. Soetandyo Wignjosoebroto
Thursday, 06 September 2007 07:00
|
Prof. Soetandyo Wignjosoebroto Guru Besar Emeritus Universitas Airlangga
Alkisah, pada suatu malam bertanggal 7 September 2004, di atas penerbangan Garuda Indonesia nomor penerbangan GA 974, seorang anak manusia secara tragis mengakhiri hayatnya yang baru mencapai 38 tahun kurang. Anak manusia ini bernama Munir Said Thalib. Dikatakan tragis karena Munir mengakhiri hayatnya bukan karena kehendak siapapun kecuali kehendak jahat seseorang – atau mungkin lebih -- yang kini tengah diburu, namun yang sejauh ini masih saja berhasil menyembunyikan diri di balik kesaksian-kesaksian palsu. Siapakah gerangan mereka itu? Sejauh ini waalahu’alam bis sawab!
|
|
Last Updated on Saturday, 12 September 2009 14:20 |
|
Read more...
|
|
|