Logo KASUM
Mandeknya Penyelesaian kasus MUNIR disampaikan pada Presiden Barack Obama
Written by HRWG
Friday, 19 February 2010 16:46

Rafendi Djamin, Direktur Eksekutif HRWG (Human Rights Working Groups), menyampaikan perkembangan kasus Munir pada Presiden Barack Obama dan meminta Presiden untuk memberi perhatian terhadap kasus pembunuhan konspirasi tersebut. Hal ini karena pentingnya kasus tersebut bagi demokratisasi, penegakan hukum, reformasi sekor keamanan dan perlindungan HRD di Indonesia.

Penyampaian kasus munir tersebut terjadi dalam pertemuan Global Human Rights Advocates yang mendiskusilkan tentang “Ways that USA Can Counter the deterioration of human rights around the world“ di Roosevelt Room, the West Wing of the White House, Washington DC, USA, 18 Februari 2010, pukul 10 pagi waktu setempat,  yang di organisir oleh Freedom House dan Human Rights First.

HRWG menyampaikan kasus Munir kepada Presiden Barack Obama , terkait mandeknya kasus ini, dan ada indikasi kuat upaya sistematis untuk melemahkan dan mengabaikan penyelesaian kasus pembunuhan politik pertama dalam medio Reformasi. Kasus Munir tidak hanya menjadi tantangan Indonesia keluar dari rezin totalitarian, namun juga menjadi tantangan Internasional guna mengupayakan demokratisasi dan penegakan HAM, terutama dengan jaminan keadilan, perlindungan hukum dan perlinbdungan para pembela HAM.

HRWG mempertegas perhatian Internasional yang besar atas penyelesaian kasus tersebut kepada pemerintah Indonesia, namun hasilnya malah membebaskan Muchdi. Dan kondisi ini menjadi semacam bukti bahwa reformasi penegakan hukum dan sektor kemanan masih berjalan ditempat.

Rafendi Djamin, dalam kesempatan tersebut, meminta Presiden Barack Obama membangun kemitraan yang lebih kuat dan baik dengan Indonesia dengan mendorong Reformasi Internal Indonesia, dan kasus Munir menjadi salah satu Indikator keberhasilan reformasi Internal tersebut.

Penekanan terhadap pembangunan kemitraan yang kuat atas HAM dan penegakan hukum, dan kasus Munir menjadi salah satu Indikator terkait agenda Presiden Barack Obama yang akan berkunjung ke Indonesia pada Maret, bulan depan.

Presiden Barrack Obama dalam kesempatan tersebut merespon perhatian para pembela HAM yang hadir, dengan berkomitmen untuk memajukan demokratisasi dan penegakan HAM yang lebih maju dan baik di dunia Internasional, dengan upaya yang lebih baik dan kuat, dan memberi perhatian pada para pembela HAM.

Selain, perhatian kepada kasus Munir,  Rafendi Djamin, juga menyampaikan permintaan, bahwa pentingnya Presiden Barack Obama bertemu dengan Civil Society Indonesia ketika Presiden berkunjung ke Indonesia Maret mendatang , agar mendapatkan informasi berimbang dan mendapatkan substansi yang tepat ketika membangun kemitraan berbasis HAM dan demokrasi dengan Indonesia.

 

Jakarta , 19 Februari 2010.

Wakil Direktur Eksekutif HRWG

 

 

M.Choirul Anam

Last Updated on Friday, 19 February 2010 16:49