Tantangan Kepala BIN baru yang faktual, nyata dan mendesak dalam 100 hari pertama adalah mengungkap konspirasi pembunuhan cak munir melalui operasi intelijen yang melibatkan BIN, sebagaimana dibuktikan dalam semua dokumen hukum di persidangan Muchdi Pr, Pollycarpus Budihari Priyanto, Indra setiawan dan Rohainil Aini.
Beberapa hal yang mendasari yaitu :
- Operasi pembunuhan Munir membuktikan penyalahgunaan kewenangan. Hal ini menunjukkan bagaimana posisi badan intelijen negara tidak patuh terhadap hukum dan mekanisme internal di BIN diabdikan untuk kepentingan pribadi atau kelompok ;
- Operasi pembunuhan Munir merupakan resistensi BIN terhadap agenda reformasi termasuk reformasi Badan Intelijen Negara yang sedang diperjuangkan oleh Munir.
Badan Intelijen Negara yang ideal bekerja berdasarkan mandat undang-undang untuk kepentingan negara, untuk itu Sutanto memiliki kewajiban untuk mereformasi lembaga ini secara menyeluruh. Ujian itu dapat dilalui apabila Sutanto berhasil membongkar operasi intelijen pembunuhan munir. Dalam konteks kasus munir ada beberapa hal yang signifikan untuk dilakukan:
- Membuka diri dan kooperatif dalam penyelesaian kasus munir, dengan memberikan dokumen–dokumen yang diperlukan dalam proses hukum guna mendukung upaya hukum (novum) persidangan Muchdi Pr ;
- Memberikan komitmen kelembagaan untuk mendorong, mengizinkan dan melindungan Agen dan pejabat BIN untuk memberikan keterangan dan bersaksi terkait operasi pembunuhan Munir.
Selain demi mandat terjadinya reformasi di tubuh Badan Intelijen Negara, kapasitas Sutanto sebelum menjadi Kepala BIN adalah KAPOLRI atau dengan kata lain dia adalah orang yang paling mengerti terjadinya operasi intelijen pembunuhan Munir yang melibatkan Badan Intelijen Negara.
Jakarta, 21 Oktober 2009
Komite Aksi Solidaritas Untuk Munir (KASUM)
Pembunuhan kasus Munir , memunjukkan adanya operasi Intelejend yang bekerja . Hal ini secara nyata terungkap dalam document hukum di persidangan muchdi, polycarpus, indra setiaewwan dan rohainil aini. Operasi pembunuhan ini adalah kejahatan , apaun alasannya.